Nonton televisi yuk

    Warung Bebas TV Streaming

    Rabu, 27 Oktober 2010

    Tips Berkendara saat Hujan

    BAGI pengendara sepeda motor, hujan bisa mengganggu perjalanan mereka. Di bawah ini beberapa tips aman berkendara saat hujan.
    * Gunakanlah ban sepeda motor yang baik, dan tidak botak. Jika ban sudah botak dan licin permukaannya, sebaiknya segera diganti. Ban seperti itu sangat tidak nyaman untuk dipakai, apalagi saat musim hujan. Ban licin atau botak bisa menyebabkan kecelakaan. Kalau kedalaman alur sudah kurang dari dua mm, sebaiknya bannya diganti. Dan pakailah ban yang kembangannya mampu menyalurkan aliran air ke bagian luar. Sebab, kalau alur kem*bangannya ke dalam, maka itu akan mengotori mesin.* Turunkan tekanan ban. Saat hujan, tekanan udara pada ban sebaiknya dikurangi. Sebab, dengan kondisi jalanan yang berair, maka tidak seluruh permukaan ban akan menempel pada aspal. Kondisi ini bisa membahayakan, dan roda gampang selip. Untuk menghindari hal itu, maka tekanan udara ban sebaiknya diturunkan 3-5 psi. Dengan sedikit dikempiskan, maka permukaan ban yang menempel pada aspal akan semakin banyak, dan itu berguna untuk mengurangi terjadinya slip.
    * Sediakan selalu mantel atau jas hujan pada jok sepeda motor Anda. Jas hujan atau mantel bisa yang model celana, ataupun yang model terusan. Tapi di saat musim hujan, mantel yang praktis sebenarnya model celana. Sedangkan yang terusan, bisa mengganggu pengendara lain, karena sering berkibar-kibar di belakang. Kondisi ini bisa menyebabkan si pengendara akan mengalami kecelakaan.
    * Gunakan helm standar. Dengan menggunakan helm standar yang memakai penutup depan, maka air hujan tidak akan mengganggu pemandangan si pengendara.
    * Oleskan tembakau pada kaca helm. Tembakau rokok bisa dipakai untuk menghilangkan kumpulan air dan embun pada kaca helm. Derasnya air hujan sering kali, menghalangi pemandangan pengendara sepeda motor. Apalagi kalau helm yang dipakai hanya helm biasa dan full face, maka hawa di dalam helm menjadi berubah dan itu menyebabkan kaca helm berembun. Dengan menaburkan sedikit tembakau rokok pada permukaan kaca helm, lalu kemudian dibersihkan, maka dijamin air tidak akan mengumpul pada satu tempat dan embun juga akan hilang.
    * Hidupkan lampu depan saat berkendaraan di musim hujan. Hal ini untuk menunjukkan kepada pengendara lain khususnya dari arah yang berlawanan agar tidak mengambil jalur lain dan tetap berada pada jalurnya. Selain itu, dengan dihidupkannya lampu depan, maka hal itu akan membantu pengemudi lain untuk selalu waspada.

    Selasa, 26 Oktober 2010

    Music Is My Life: MUKERNAS / RAKERNAS HONDA REVO CLUB INDONESIA I (ACARA WAJIB)

    Music Is My Life: MUKERNAS / RAKERNAS HONDA REVO CLUB INDONESIA I (ACARA WAJIB)

    Mbah Maridjan Meninggal dalam Posisi Sujud Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi.

    Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi. 


    VIVAnews -- Nasib juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan sudah diketahui. Pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini diyakini tewas.  Anggota Tim SAR, Subur Mulyono, yang menyampaikan kabar duka ini.

    Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat tadi pagi. "Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya," kata Subur di RS Sardjito, Yogyakarta, Rabu 27 Oktober 2010.

    Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Subur mengaku mengenali jenazah tersebut dari batik yang dikenakan jenazah.

    "Karena sering ketemu, saya yakin itu Mbah Maridjan -- dari batik yang dikenakan," tambah dia. Sampai saat ini, jelas dia, proses evakuasi sedang berlangsung.

    Sebelumnya , petugas Kamar Jenazah RS Sardjito Yogyakarta, mengakui pihaknya sudah menerima jasad Mbah Maridjan.

    "Benar, Mbah Maridjan sudah ada di sini," kata petugas tersebut.

    Soal kondisi jenazah Mbah Maridjan, dia mengaku tak berani menggambarkannya. Yang jelas, "kami menerima jenazah tersebut pukul 06.30 WIB," tambah dia.

    Mbah Maridjan meninggal di rumahnya bersama belasan orang lainnya. Termasuk, rekan kami, redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho yang kembali naik ke atas gunung  demi juru kunci Merapi itu turun.


     Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta
    Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/185194-mbah-maridjan-meninggal-dalam-posisi-sujud

    Merapi Meletus Empat Kali

    KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
    Kondisi puncak Gunung Merapi terus mengeluarkan asap solfatara saat terekam dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2010). Selain asap solfatara yang terus keluar juga terjadi peningkatan guguran material vulkanik berupa batuan berasap yang disertai suara gemuruh.

    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
     - Setelah dinyatakan berstatus "Awas" sejak Senin kemarin, Gunung Merapi akhirnya memulai fase erupsi, Selasa (26/10/2010) sore. Luncuran awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel, terjadi hingga empat kali.
    Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), menyebutkan awan panas pertama terjadi pada pukul 17.02 dan lebih mengarah ke barat.
    Luncuran kedua terjadi pada pukul 17.19, 17.24, dan 17.34. Namun, pantauan luncuran-luncuran berikut itu tidak bisa terpantau karena terhalang kabut tebal dan diduga tersebar ke segala arah. Hingga pukul 18.33, awan panas terus meluncur dan alat seismograf di kantor BPPTK masih terus mencatat pergerakan awan panas.
    BPPTK pun memerintahkan seluruh petugas di lima pos pemantau gunung Merapi untuk turun dan mengevakuasi diri pada pukul 18.05. Pada saat bersamaan, terdengar 3 kali letusan besar dari pos Jrakah dan Selo di Magelang.
     

    Merapi Meletus::: 6 Korban Luka Bakar karena Letusan Merapi

    JAKARTA - Sejumlah warga dan tim relawan mengalami luka bakar akibat terkena semburan awan panas dari letusan Gunung Merapi.

    Menurut dr Adi Mulyanto, tim dokter RS Panti Nugroho, sudah ada 6 orang yang masuk rumah sakit akibat luka bakar terkena awan panas. "Enam orang sudah masuk ke rumah sakit ini karena luka bakar, di antaranya relawan," ujarnya saat di hubungi okezone, Selasa (26/10/2010) malam.

    Menurut dia, dua orang di antaranya sudah dirujuk ke RS lainnya karena kondisinya kritis. "Luka bakarnya hampir di seluruh tubuh dari kaki hingga wajah," terang Adi. Lebih lanjut dia mengatakan, korban sudah mendapatakan penanganan luka bakar dari tim medis.

    Sebelumnya diberitakan, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan Gunung Merapi sudah meletus. Letusan ini ditandai dengan turunnya lava disertai awan panas dari puncak Merapi. Turunnya awas tercatat mulai pukul 17.02 WIB hingga saat ini. “Sejak pukul 17.03 WIB dan tanpa berhenti hingga saat ini,”  kata Kepala PVMBG Surono.

    PVMBG belum bisa memastikan ke mana arah lava tersebut akan turun. “Semua pos masih disiagakan untuk memonitor arah pergerakan awan panas, kita belum tahu,” papar. 



    Sumber:okezone.com

    Minggu, 24 Oktober 2010

    Terlalu Percaya Mitos, Warga Kaki Merapi Dievakuasi Paksa

    Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)


































    SOLO - Mayoritas warga masih percaya mitos adanya Kiai Petruk yang mendiami Gunung Merapi, yang belum memerintahkan warga untuk mengungsi.

    Karena itu, jika kondisi semakin gawat, tim evakuasi akan memaksa warga untuk segera meninggalkan rumah mereka.

    "Selain menggunakan pendekatan kepada warga, Pemkab Boyolali juga akan mengevakuasi paksa jika warga tetap bersikeras," ujar Kepala Kesabanglinmas Boyolali Sumantri, Senin (25/10/2010).

    Saat ini, selain menyiapkan tenda di Lapangan Selo, tim evakuasi juga telah memasang papan petunjuk arah di jalur evakluasi. Hal tersebut merupakan antisipasi jika Merapi meletus, warga pun bisa cepat tiba di pengungsian.

    Sekira tujuh ribu warga di tiga desa di kaki Gunung Merapi, menolak dievakuasi ke pengungsian. Tiga desa tersebut adalah Desa Jrakah, Desa Telogo Lele, dan Desa Klakah. Padahal, status Merapi berdasarkan surat BPPTK Nomor 2044/45/DGL.V/2010, tertanggal 25 Oktober, naik dari siaga menjadi awas.

    Sumber: okezone.com

    Diagram Chord Guitar

    Share